- Apakah yang dimaksud dengan peritonitis?
- Apa yang dimaksud dengan infeksi pada exit site?
- Bagaimana cara kuman masuk ke dalam peritonium?
- Mengapa menjaga kebersihan tangan sangat penting bagi Anda?
- Bagaimana Anda mengetahui bahwa Anda mengalami peritonitis?
- Apa yang harus Anda lakukan agar Anda terhindar dari peritonitis dan infeksi pada exit site?
Peritonitis merupakan komplikasi infeksi serius yang dapat terjadi pada pasien yang menjalani Dialisis Peritoneal. Infeksi ini terjadi ketika kuman masuk ke dalam peritoneum. Meskipun peritonitis dapat disembuhkan, kondisi ini bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan pengobatan yang cepat dan tepat.
Infeksi exit site terjadi ketika area tempat keluarnya kateter terinfeksi oleh kuman. Penting untuk memantau kondisi exit site secara rutin, karena infeksi di area ini dapat berkembang menjadi peritonitis. Tunnel merupakan jalur di bawah kulit tempat kateter masuk, dimulai dari exit site hingga ke peritoneum.
Berbagai cara penyebab masuknya kuman ke dalam peritoneum :
- Cara pergantian cairan yang salah (cara mencuci tangan yang tidak benar, lingkungan yang tidak bersih, cara menggunakan konektor ‘Y’ atau transfer set yang tidak benar dan cara pemberian obat yang salah)
- Pemakaian masker yang tidak tepat (harus menutupi hidung dan mulut Anda
- Ada bagian dari sistem dialisis peritoneal yang rusak dan bocor.
- Infeksi di exit site dan atau saluran (tunnel kateter).
Kuman terdapat di permukaan kulit, terutama di tangan, sela-sela jari, dan di bawah kuku. Sebelum mengganti cairan atau membersihkan exit site, pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sesuai instruksi perawat, lalu keringkan dengan baik. Hindari menyentuh benda lain setelah mencuci tangan. Jika tangan menyentuh sesuatu setelah dicuci, segera ulangi proses pencucian tangan.
Ada tiga hal yang menandai bahwa Anda menderita/mengalami peritonitis:
- Cairan dialisis yang keluar keruh.
- Sakit atau nyeri perut.
- Demam
Jika Anda mengalami salah satu tanda atau gejala di atas, segera kunjungi unit dialisis. Jika cairan dialisis yang keluar tampak keruh, jangan menunda pemeriksaan untuk menunggu apakah kekeruhan tersebut akan hilang pada pergantian cairan berikutnya.
Ada beberapa petunjuk sederhana untuk menghindari terjadinya peritonitis dan atau infeksi pada exit site dan tunnel seperti:
- Mandi setiap hari sangat penting untuk menjaga kebersihan kulit, terutama di sekitar exit site. Ikuti prosedur pembersihan yang telah diajarkan oleh perawat Anda.
- Gantilah pakaian dalam dan pakaian luar secara rutin dengan yang bersih.
- Selalu cuci dan keringkan tangan sebelum menyentuh kateter atau exit site.
- Lakukan perawatan harian exit site segera setelah mandi. Bersihkan area sekitar kateter dengan gerakan melingkar menggunakan cairan antiseptik yang direkomendasikan oleh perawat. Hindari penggunaan kasa atau benda lain kecuali atas instruksi dokter atau perawat.
- Hindari mandi dengan cara berendam; sebaiknya gunakan shower.
- Pastikan kateter tetap pada posisinya dengan menempelkannya ke kulit menggunakan plester yang dianjurkan untuk mencegah pergeseran atau tersangkut.
- Jangan menggaruk area sekitar exit site.
- Hindari penggunaan bedak tabur, krim, atau salep di area exit site.
- Jangan mengenakan ikat pinggang yang menekan area exit site.